Sudah satu setengah tahun, aku hanya mendengar suara kedua orang tuaku lewat telepon. Tiba-tiba rindu yang amat sangat menyapa hatiku. Tak berkurang, walau aku berlama-lama berbincang dengan mereka lewat telepon.
“Cuma mau dengar suara ummi…”, jawabku atas keheranan ummi karena pagi-pagi sekali, usai sholat subuh aku menelponnya.
Kenangan atas semua kasih sayang dan pengorbanan kedua orang tuaku, sejak aku masih di kandungan hingga kini aku telah menikah, muncul tiba-tiba, menghadirkan rasa rindu yang amat sangat, menyebabkan hatiku terasa sakit karena menahannya. Aku takut… takut bila aku tidak mempunyai kesempatan memandang wajah mereka yang telah menua. Takut bila ajal lebih dulu menjemputku, atau menjemput kedua orang tuaku sedang aku belum sempat lagi mencium dan memeluk mereka. Ya Robb…rindu ini semakin menjadi…
Aku mengambil air wudhu, mengambil Mushaf Al-qur’an dan membacanya… Ya Allah, sesungguhnya Al-Qur’an adalah obat penyembuh… termasuk penyembuh kerinduan ini… pelan-pelan kesejukan dan kedamaian mengalir di hatiku, seiring dengan do’a yang kupanjatkan pada-Nya,
“ Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”